Mengharukan.. Seorang Suami Mencari Sang Istri Usai Tsunami Palu, Istri Tiba-tiba Muncul Saat Hati Sudah Ikhlas







Suasana Masjid Baiturrahman dan Palu Grand Mall yang hancur pascagempa dan tsunami di Kawasan Taman Ria, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). BNPB menyatakan kerugian akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu mencapai puluhan triliun rupiah, hal tersebut berdasarkan dampak bencana dan cakupan kerusakan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Moslemcommunity- Tragedi gempa dan tsunami Palu menjadi duka untuk Indonesia.

Jumlah korban gempa dan tsunami Palu semakin bertambah.

Tapi, dari tragedi Gempa Palu yang membuat rakyat Indonesia berduka itu, terselip pula kisah-kisah mengharukan.

Satu kisah mengharukan itu dialami oleh seorang PNS Palu bernama Azwan dan istrinya, Dewi.

Kepada pewarta AFP, pasutri itu menceritakan kisahnya dengan emosional.

Usai terjadi tsunami di Palu, Azwan kebingungan mencari Dewi.

Maklum, Azwan tahu, saat bencana terjadi, istrinya itu tengah mengikuti sebuah acara di sebuah hotel pinggir pantai.

Hingga malam tiba, tidak juga ada kabar dari Dewi.

Azwan memulai perjuangan mencari sang istri.

Dia mendatangi satu persatu pasien yang ada di setiap rumah sakit.

Tak menemukan hasil, Azwan kemudian memeriksa satu persatu kantong mayat.

"Saat aku tak menemukan istriku di kantong mayat, aku kembali ke rumah sakit, rumah sakit polisi, dan kamar mayat. Terus seperti itu,"

"Sangat banyak jenazah di sana. Sangat kacau. Di teras, di dalam, saling menumpuk," ujar Azwan.

Minggu (30/9/2018), Azwan mulai ikhlas menerima takdir bahwa istrinya telah tiada tersapu tsunami.

Tapi, pada hari itu juga, Dewi pulang ke rumah.

Berjalan pincang, Dewi turun dari motor, dan benar-benar pulang ke rumah.

"Semua orang di rumah menangis. Kami serumah memeluk dia dengan saling bertangisan," cerita Azwan.

Dewi mengucap syukur dia masih diberi kesempatan kedua kali oleh Tuhan, tapi dia masih tak percaya dengan apa yang dialaminya.

"Saya masih mengalami trauma, terutama karena kakak kandungku sampai kini juga belum ditemukan," ujar Dewi.

Saat bencana terjadi, Dewi menjadi peserta tamu di sebuah acara yang berlangsung di sebuah hotel tepi pantai.

Ketika Gempa menghantam, dan seketika air laut naik dan menyapu dataran.

"Ombak datang dan menghantamku keras. Ketika aku sadar, aku sudah ada di jalanan di depan hotel. Aku ingat, orang-orang ketika itu berteriak, 'Tsunami! Tsunami!'," ujar Dewi, kepada AFP.

Baju Dewi sampai sobek akibat terjangan ombak itu.

Dia berjalan lemah di antara puing dan sampah yang memenuhi jalanan, sampai dia menemukan pos pengungsian.

Di sana dia tidur.

"Tak ada makanan, tak ada air," ujar Dewi.

Dewi mengatakan, semua orang diminta untuk menunggu, karena gempa susulan masih mengancam Palu dan sekitarnya. (tribunnews)


Banner iklan disini Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: