Terlibat dengan Korut, AS Jatuhi Sanksi ke Bank Rusia






Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin. (Foto: Istimewa)

Moslemcommunity.net- Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/8) memberikan sanksi terhadap sebuah bank Rusia. Bank tersebut telah memfasilitasi transaksi orang yang masuk daftar hitam oleh AS karena terlibat program senjata nuklir Korea Utara (Korut).

Langkah ini dilakukan ketika Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menekan negara-negara Asia Tenggara selama pertemuan di Singapura. AS berupaya mempertahankan sanksi untuk menekan Korut yang sedang dalam pembicaraan dengan AS terkait penghentian program nuklirnya.

Sanksi oleh AS dan Dewan Keamanan PBB mencakup larangan ekspor batubara, besi, timah, tekstil dan makanan laut dari Korut. AS juga memberlakukan pembatasan impor minyak dan produk minyak olahan. Hal ini ditujukan untuk menghentikan pendanaan untuk program rudal nuklir dan balistik Korut.

Departemen Keuangan AS mengatakan, Agrosoyuz Commercial Bank yang berbasis di Moskow telah melakukan transkasi untuk Han Jang-su, Wakil Kepala Bank Perdagangan Luar Negeri (FTB) yang berbasis di Moskow. Ini merupakan bank valuta asing utama Korut.

"Amerika Serikat akan terus memberlakukan sanksi PBB dan AS, menutup aliran pendapatan ilegal ke Korea Utara," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan. Bahkan Han dan wakil FTB Ri Jon-won harus diusir dari Rusia di bawah resolusi PBB.

AS telah melanjutkan kampanye tekanannya terhadap Korut, bahkan ketika Presiden Donald Trump telah melakukan pembicaraan dengan pemimpin negara itu terkait denuklirisasi.

Namun, komitmen Korut untuk menghentikan program nuklirnya dipertanyakan setelah satelit mata-mata AS mendeteksi adanya aktivitas baru di pabrik yang menghasilkan rudal balistik antar benua yang mampu mencapai AS. Dalam sebuah surat kepada Trump, Jumat (3/8), Senator Partai Republik Cory Gardner, Lindsey Graham, Marco Rubio dan Dan Sullivan mendesak pemerintah untuk memperketat sanksi. (republika)


Banner iklan disini Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: