Pengamat Politik: Sosok AHY Lebih Kuat dari Anies Baswedan






Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono beserta Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Selasa (24/7/2018), di rumah SBY, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. Partai Demokrat)

Moslemcommunity.net- Pengamat politik Said Salahudin memprediksi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tidak akan berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Pilpres 2019.

Sosok Anies yang bukan dari partai politik pendukung, menurut dia, menjadikan nama Anies akan mudah tersisih dari pertimbangan Prabowo dan parpol koalisinya.

Meskipun di satu sisi elektabilitas Anies lebih baik dibanding kandidat cawapres dari Prabowo yang sebelumnya mengemuka, yaitu Ahmad Heryawan atau Aher (PKS), Zulkifli Hasan atau Zulhas (PAN) dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (Demokrat).

"Anies, karena dia bukan orang partai, dorongannya tidak cukup kuat," katanya kepada Tribunnews.com, Rabu (1/8/2018).

Dia malah melihat nama putera Ketua Umum Partai Demokrat, AHY jauh lebih menguat dibanding para kandidat lainnya.

"Sebab, diantara empat nama cawapres Prabowo yang sebelumnya mengemuka, saya perhatikan posisi terkuat sudah ditempati oleh AHY," katanya.

Menurut dia, nama AHY menguat karena PAN tidak terlalu 'ngotot' untuk memajukan Zulhas.

Sedangkan Aher, kata dia, dari sisi elektabilitas diperhitungkan kalah kuat dari AHY.

"Jadi, kalau empat ketua umum parpol itu duduk semeja, misalnya, perdebatan nama cawapres diantara mereka saya kira hanya akan berpusat pada dua nama saja, AHY dan Aher," ujarnya.

Dan ketika mereka beradu data untuk menimbang secara objektif tentang kelebihan dan kekurangan AHY dan Aher, dia menilai, timbangan tentang prospek penambahan suara bagi Prabowo sepertinya akan lebih berat ke AHY.

"Terbatasnya tingkat pengenalan, basis dukungan, dan pengaruh Aher boleh jadi membuat kadar timbangannya menjadi ringan," paparnya.

Sementara timbangan AHY menjadi berat, imbuhnya, karena dia berpeluang merebut suara pemilih milenial yang jumlahnya signifikan.

Sebelumnya berdasarkan hasil sebuah survei dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), nama Anies Baswedan keluar sebagai nama kandidat terkuat untuk mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2019 nanti. (tribunnews)


Banner iklan disini Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: