Waspadalah, Waspadalah! Cebong-Cebong Mulai Bergerilya







Gambar: konfrontasi

Moslemcommunity.net- CEBONG-CEBONG MULAI BERGERILYA

Oleh: Abu Nawas Barnabas

Satu realitas politik yang tidak dapat dihindari, bahwa umat Islam dan preferensi politik berdasarkan pertimbangan Islam menjadi arus utama dan penentu kepemimpinan nasional. Karenanya, rezim tidak bisa tidak harus menarik pilar-pilar tokoh dan ulama pemimpin umat ke barisan cebong, karena cebong memang tidak pernah bisa mengkader ulama dan tokoh sendiri yang mampu merealisir visi dan misi rezim.

Mereka bergerilya, untuk memangsa umat Islam dan dijadikan bagian dari barisannya. Cara paling mudah untuk menarik simpul umat ke barisan cebong adalah dengan iming-iming dunia dan ancaman penzaliman. Dengan cara pertama, beberapa tokoh dan ulama yang memiliki pengikut dan menjadi simpul umat, bisa ditarik ke barisan rezim dengan kompensasi kemaslahatan dunia. Tawaran harta, jabatan, dan perempuan bisa saja dijadikan umpan agar para ulama dan tokoh terjebak dalam permainan.

Adapun cara kedua, jika tokoh dan ulama tidak goyah dengan godaan dunia, mereka ditindas dengan kasus hukum yang digali dari kedalaman ribuan kilometer dari sejarah pergumulan sang tokoh dan ulama dengan kekuasaan. Mereka tidak akan selamat, sebab siapapun dari tokoh dan kalangan ulama yang berinteraksi dengan kekuasaan, mustahil tidak memiliki borok-borok sejarah. Borok itulah yang diinjak rezim untuk memaksa ulama dan tokoh mendukung dan berada dalam barisan rezim.

Karenanya, yang selamat dan tidak akan bergeming baik oleh godaan dunia atau ancaman kasus pidana, adalah tokoh dan ulama ikhlas, mereka yang tidak bersinggungan dan mencari makan dari penguasa. Mereka inilah ancaman nyata rezim. Karenanya, ulama-ulama ikhlas ini akan dimusuhi rezim dengan berbagai tuduhan dan kriminalisasi.

Pada saat yang sama, rezim melihat kekuatan suara umat Islam tidak dapat dianggap remeh. Tumbangnya Ahok dalam Pilkada DKI juga bergelimpangannya calon partai banteng dalam sejumlah Pilkada, menjadi bahan evaluasi penting bagi rezim.

Karenanya umat harus dijauhkan dari citra rezim yang ingin menarik simpati dari umat Islam, dengan sejumlah tokoh dan ulama yang menyeberang atau sedari awal berada di barisan cebong. Cebong-cebong ini juga harus dijauhkan dari umat, agar fatwa mereka tidak menyesatkan umat Islam.

Umat harus disadarkan dan hanya terikat dengan syariat, memberikan loyalitas berdasarkan petunjuk syara', melepaskan keterikatan pada perilaku maksiat, dan menjauh dari tokoh dan ulama yang bermutan dari para penjaga dan benteng umat, menjadi kecebong rezim.

Fatwa Sahih yang digali dari Al Quran dan As Sunnah, dikebiri hanya karena dalih melanggar khittoh. Islam nusantara yang sesat dan menyesatkan terus dibela, sementara Islamnya Kanjeng Nabi, ajaran dan warisan Nabi yakni Khilafah terus dikriminalisasi.

Cebong-cebong mutan ini, menganggap kemaslahatan ada pada rezim. Mereka lupa siapa yang menghidupkan, siapa yang mematikan, siapa yang menjamin rezeki. Mereka, telah menjual diri dan agamanya hanya untuk sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan.

Wahai umat Islam, Sadarilah suara kalian sangat menentukan. Karena itu, jaga suara kalian dari godaan cebong-cebong jahat, yang ingin memalingkan kalian dari kemuliaan dan ketaatan, menuju perbudakan dan hawa nafsu.

Umat juga harus terus bergerilya melawan upaya cebong menyebarkan virusnya. Membentengi tokoh umat dan ulamanya, agar tidak terjangkiti virus cebong. Jangan sampai ada lagi tokoh umat yang ingin dan bangga disebut "Cebong".

Cukup sudah cebong memangsa ulama kita, cukup sudah cebong memangsa tokoh kita, kita tidak boleh membiarkannya terulang kembali. Karena itu wahai umat, waspadalah ! Waspadalah ! [].


Banner iklan disini Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: