Siapakah Orang Yang Paling Layak Menjadi Imam?







Ilustrasi Masjid (oasemuslim)

Moslemcommunity.net- Beberapa lama selepas hijrah ke Madinah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mulai membangun Masjid Nabawi. Pembangunan masjid tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar dua bulan. Sebenarnya, masjid tersebut bukanlah masjid pertama yang dibangun Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Sebelumnya, telah berdiri sebuah masjid di Quba’, yang didirikan oleh Sa’d ibn Khaitsumah atas pendapat dan rancangan beliau. Pada awalnya, luas Masjid Nabawi adalah 70×63 hasta. Setiap bagian beratap pada masjid tersebut, yang menjadi tempat melaksanakan shalat kala itu, disangga dua baris batang pohon kurma.

Setiap baris terdiri dari enam batang pohon kurma. Tiga di sebelah kanan dan tiga di sebelah kiri. Masjid ini, masih pada masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, diperluas 10 hasta pada lebarnya dan 20 hasta pada luasnya. Sedangkan jumlah batang-batang kurma ditambah dua di sisi lebarnya, sementara pada atap di sebelah utara dan selatan ditambah satu baris batang pohon kurma.

Masjid Nabawi bukanlah satu-satunya masjid yang ada di Madinah. Kala itu telah berdiri 20 masjid. Sebagian di antaranya di pinggiran kota dan sebagian yang lain di perumahan suku-suku yang ada kala itu. Dengan kata lain, Masjid Nabawi merupakan masjid raya bagi masyarakat Islam yang baru berkembang. Di masjid itulah shalat-shalat berjamaah dilaksanakan.

Di situ Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertemu dengan para sahabatnya, dan di situ pulalah beliau bertemu dengan seseorang yang hendak beliau temui. Dari mimbar masjid itu, beliau menyampaikan pesan-pesan, baik secara langsung maupun lewat para sahabatnya.

Dengan semakin bertambahnya jumlah masjid, pada suatu hari, selepas melaksanakan shalat, salah seorang sahabat bertanya kepada beliau, “Siapakah orang yang paling layak menjadi imam?”

“Imam suatu kaum adalah yang paling pandai membacakan dan memahami kitab Allah. Apabila sejajar dalam qira’ah (membaca dan memahami Al-Quran), imam adalah orang yang paling banyak mengetahui Sunnah. Apabila mereka sebanding dalam memahami Sunnah, imamnya adalah orang yang paling awal hijrahnya. Apabila mereka semasa dalam hijrah, imamnya adalah orang yang lebih awal keislamannya. Dan,janganlah sekali-kaii seseorang menjadi imam di wilayah kekuasaan orang lain. Juga, janganlah seseorang duduk di rumah orang, di tempat kehormatannya, kecuali dengan seizin tuan rumah,” jawab beliau. []

Sumber: Pesona Ibadah Nabi: Shalat Zakat Puasa Haji/Karya: Ahmad Rofi` Usmani/Penerbit: Mizan/1436 (jalansirah)


Banner iklan disini Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: